Selasa, 03 Oktober 2017

Tips Membangunkan Anak di Pagi Hari

_Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh._

_*Semangat SUBUH :*_🍃🌻
Senin 2 Oktober 2017

*ANAK SUKSES BERMULA DARI BANGUN PAGI*

1| Perbaikan kualitas generasi selayaknya dimulai dgn kebiasaan bangun di pagi hari. Sebab generasi unggul bermula dari pagi yg berkualitas (sibuk).

2| Kebiasaan bangun pagi hendaklah dimulai dari usia dini. Peran Ayah amat dinanti. Ayah yg peduli tak abai dalam urusan bangun pagi buah hati.

3| Jika anak terbiasa bangun siang. Maka keberkahan hidup melayang. Aktivitas ruhani menjadi jarang. Perilaku menjadi uring-uringan.

4| Mulailah dgn malam yg berkualitas. Anak tidak terjaga di ambang batas. Harus buat peraturan tegas. Kapan terjaga dan kapan pulas.

5| Sehabis 'lsya jangan ada aktivitas fisik berlebihan. Upayakan aktivitas yg menenangkan. Membaca atau bercerita yg berkesan.

6| Biasakan berbagi perasaan. Mulai dgn cerita aktivitas harian. Evaluasi jika ada yg tidak berkenan. Sekaligus sarana pengajaran.

7| Buat kesepakatan bangun jam berapa. Lantas anak mau dibangunkan bagaimana. Jadikan ini sebagai modal membangunkan di pagi harinya.
8! Tutuplah aktivitas malam dgn mendengarkan tilawah. Agar anak tidur membawa kalimat Allah
Pemberi Rahmah. Terekam dalam memorinya.

9| Pagi pun datang. Jalankan kesepakatan yg dibuat sebelum tidur menjelang. Bangunkan anak penuh kasih sayang. Bangunkan dgn cara yg ia sepakati.

10| Jika anak menolak tuk beranjak, ingatkan akan kesepakatan semalam. Anak siap terima konsekuensi tanpa diancam. Batasi kesenangan yg ia idamkan.

11| Bangunkan anak dgn kalimat Illahi. Agar paginya diberkahi. Jika perlu adzan di telinga kanan dan kiri. Bisikan dgn lembut tembus ke hati.

12| Jika ia segera bangun, jangan lupa apresiasi. Hadiahi dgn doa dan kecupan di pipi. Tak lupa bertanya tentang mimpi. Anak butuh waktu transisi.

13| Jika anak telah terjaga, siapkan aktivitas olah jiwa dan raga. Agar fisik anak bergerak tak kembali ke kasur yg menggoda. Semoga jadi pola keseharian.

14| Jalankan pola ini minimal 2 pekan. Agar lama-lama jadi kebiasaan. Insyaa Allah anak bangun pagi dgn kesadaran. Sebab tubuhnya telah menyesuaikan.

15| Jika ayah tak sempat membangunkan, karena harus segera ke kantor kejar setoran, mintalah ibu berganti peran. Agar anak tak merasa diabaikan.

16| Jangan sampai anak tumbuh remaja, punya kebiasaan yg tidak mulia. Bangun pagi selalu tertunda. Sholat shubuh di waktu dhuha. Banyak melamun tak ada guna.

17| Jika terlanjur anak bangun kesiangan. Buatlah rencana bersama pasangan. Konsisten dan tidak saling menyalahkan. Fokus kepada upaya perbaikan.

18| Sebelum terlambat, segera bertindak cepat. Agar masa depan anak selamat. Fokuslah kepada perbaikan pola tidur yg sehat.

19| Jika anak terbiasa bangun pagi sedari dini, itu ciri anak berprestasi. Tak mudah dipengaruhi berbagai pergaulan yg tidak islami.

20| Jadi, tunggu apalagi. Jangan cuma bisa marah dan berteriak. Segera bertindak untuk buah hati. Fokuslah kepada bangun pagi. Selamat beraksi.

*Yuk Menjadi Lebih Baik*

#Tips Parenting
Semoga Bermanfaat

💝Monggo berangkat sholat Subuh berjamaah di masjid lanjut do'akan ortu dan keluarga, do'akan sesama muslim💝

_Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh._

Menyiapkan Anak Laki-Laki

*MENYIAPKAN ANAK LAKI-LAKI MIMPI BASAH*

Dear Ayah Bunda,
Tahukah Anda, bahwa anak laki-laki yang belum baligh dijadikan sasaran tembak bisnis pornografi internasional? Mengapa demikian? Karena anak laki-laki cenderung menggunakan otak kiri dan alat kemaluannya berada di luar. Di berbagai media (Komik, Games, PS, Internet, Handphone, Televisi, Film Bioskop, dsb), mereka menampilkan gambar-gambar yang mengandung materi pornografi, melalui tampilan yang dekat dan akrab dengan dunia anak-anak.

Dengan berbagai rangsangan yang cukup banyak dari media-media tersebut, dan asupan gizi yang diterima anak-anak dari makanannya, hormon testosterone di dalam tubuh bergerak 20 kali lebih cepat. Sehingga, testis mulai memproduksi sperma. Dan kantung sperma menjadi penuh. Karena itu, anak laki-laki kita dengan mudahnya mengeluarkan mani lebih cepat dari yang lainnya dan kadang-kadang, dengan banyaknya ‘rangsangan’ dari berbagai media tersebut, mereka tidak perlu dengan bermimpi!

Ayah Bunda…
Menyiapkan anak kita memasuki masa baligh adalah tantangan besar bagi kita sebagai orang tua. Kelihatannya sepele, namun sangat penting bagi mereka untuk mengatahui seputar masa baligh agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang memiliki seksualitas yang SEHAT, LURUS, dan BENAR. Memang banyak kendala yang kita hadapi : tabu dan saru, bagaimana harus memulainya, kapan waktu yang tepat untuk memulai, sejauh mana yang harus kita bicarakan, dan lain-lain. Memang tidak mudah untuk mendobrak kendala-kendala tersebut, namun jika kita tidak melakukannya sejak dini, bisa jadi mereka mendapatkan informasi-informasi yang salah dari sumber yang tidak jelas.

Jadi, salah satu kewajiban orang tua adalah menyiapkan putra putrinya memasuki masa puber / baligh. Biasanya anak perempuan yang lebih sering dipersiapkan untuk memasuki masa menstruasi. Jarang, para Ayah yang menyiapkan anak laki-lakinya menghadapi mimpi basah. Ini adalah tanggung jawab Ayah untuk membicarakannya kepada mereka. Mengapa harus Ayah? Karena anak laki-laki yang berusia di atas 7 tahun, membutuhkan waktu yang lebih banyak dengan Ayahnya, dari pada dengan Ibunya. Dan jika bicara seputar mimpi basah, Ibu tentu tidak terlalu menguasai hal-hal seputar mimpi basah dan tidak pernah mengalaminya bukan? Namun, bila karena satu hal, Ayah tak sempat dan tidak punya waktu untuk itu, Ibu-lah yang harus mengambil tanggung jawab ini.

*TIPS MENYIAPKAN ANAK LAKI-LAKI MENGHADAPI MIMPI BASAH*

*APA ITU MIMPI BASAH?*

Untuk pertama kali, kita akan membicarakan tentang apa itu mimpi basah, dan bedanya mani dengan madzi, dan apa yang harus dilakukan jika keluar cairan tersebut. Agar anak bisa membedakan antara mani dengan madzi, persiapkan terlebih dahulu alat-alatnya :

- Untuk mani : Aduk kanji/tepung sagu dengan air, jangan terlalu encer, hingga masih ada butir-butir kecilnya. Beri sedikit bubuk kunyit, hingga menjadi agak kuning. Taruh di wadah/botol.
- Untuk madzi : Beli lem khusus, seperti lem UHU.

*APA SAJA YANG DISAMPAIKAN?*

Berikutnya siapkan waktu khusus dengan anak untuk membicarakannya. Apa saja yang harus disampaikan :

- Pertama, sampaikan kepada mereka bahwa saat ini mereka telah tumbuh berkembang menjadi remaja, dengan adanya perubahan-perubahan pada fisik mereka. Dan sebentar lagi mereka akan memasuki masa puber / baligh.
Contoh : “Nak.. Ayah lihat kamu sudah semakin besar saja ya.. Tuh coba lihat tungkai kakimu sudah semakin panjang, suaramu sudah agak berat. Waah… Anak Ayah sudah mau jadi remaja nih. Nah, Ayah mau bicarain sama kamu tentang hal penting menjelang seorang anak menjadi remaja atau istilahnya ia memasuki masa puber / baligh.”

- Di awal, mungkin mereka akan merasa jengah dan malu. Namun, yakinkan kepada mereka, bahwa membicarakan masalah tersebut merupakan tanggung jawab kita sebagai orang tua, yang nanti akan ditanyakan oleh Allah di akhirat.

- Ketika berbicara dengan anak laki-laki yang belum baligh, gunakan the power of touch. Sentuh bahu atau kepala mereka. Hal ini telah dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad yang sering mengusap bahu atau kepala anak laki-laki yang belum baligh. Hal ini dapat menumbuhkan keakraban antara Ayah dengan anak. Jika sudah baligh, mereka tidak akan mau kita sentuh.

- Gunakan juga jangkar emosi (panggilan khusus, yang bisa mendekatkan hubungan kita dengan anak), misalnya : “Nak, buah hati Papa, Jagoan Ayah,” dan lain-lain.

- Sampaikan kepada anak kita : Tentang Mimpi Basah & Mani

• Bahwa karena ia telah memiliki tanda-tanda / ciri-ciri memasuki masa puber, maka pada suatu malam nanti, ia akan mengalami mimpi sedang bermesraan dengan perempuan yang dikenal ataupun tidak dikenal. Dan pada saat terbangun, ia akan mendapatkan cairan yang disebut mani. (Kita beri tahukan kepada mereka contoh cairannya, yaitu cairan tepung kanji yang telah kita persiapkan). Peristiwa itu disebut mimpi basah.

• Jika seorang anak laki-laki telah mengalami mimpi basah, tandanya ia sudah menjadi seorang remaja / dewasa muda. Dan mulai saat itu, ia sudah bertanggung jawab kepada Tuhan atas segala perbuatan yang ia lakukan, baik berupa kebaikan maupun keburukan. Pahala dan dosa atas perbuatannya itu akan menjadi tanggungannya. Dalam agama Islam, ia disebut sudah mukallaf.

• Beritahukan kewajiban yang harus dilakukan setelah mengalami mimpi basah (sesuai dengan ajaran agama masing-masing).

*Dalam Islam, orang yang mimpi basah diwajibkan untuk mandi besar / mandi junub, yaitu :*

1. Bersihkan kemaluan dari cairan sperma yang masih menempel.
2. Cuci kedua tangan.
3. Berniat untuk bersuci ("Aku berniat mensucikan diri dari hadats besar karena Allah"). Minta ia untuk melafalkannya.
4. Berwudhu.
5. Mandi, minimal menyiram air ke bagian tubuh sebelah kanan tiga kali, dan ke bagian sebelah kiri sebanyak tiga kali, hingga seluruh anggota tubuh terkena air.
6. Cuci kaki sebanyak tiga kali.
• Setelah kita terangkan, minta kepadanya untuk mengulangi apa yang telah kita sampaikan.

*Tentang madzi*

• Jika ia melihat hal-hal / gambar-gambar yang tidak pantas dilihat oleh anak (gambar yang tak senonoh), maka bisa jadi, ia akan mengeluarkan cairan yang disebut madzi. (Kita beri tahukan kepada mereka contoh cairannya, yaitu lem UHU).
• Cara membersihkannya cukup dengan : mencuci kemaluan, mencuci tangan lalu berwudhu.
• Ingatkan kepadanya, jika ia tidak melakukannya, ia tidak bisa sholat dan tidak bisa membaca Al Qur’an.
• Setelah kita terangkan, minta kepadanya untuk mengulangi apa yang telah kita sampaikan.

Hal penting yang harus kita ingat sebelum membicarakan masalah ini kepada anak adalah kita berlatih dahulu bagaimana cara menyampaikannya. Mengapa ? Agar komunikasi yang akan kita lakukan tidak tegang, dan berjalan dengan hangat. Agar anak merasa nyaman dan ia dapat menerima pesan yang kita sampaikan dengan baik.

Selamat mencoba …
Salam hangat,
Elly Risman, Psi
#ParentingEraDigital
#EllyRismanParentingInstitute
#PersiapanBaligh

Rabu, 27 September 2017

Mendidik Anak Laki-laki dengan Cara Laki-laki

Bismillaah..........

[ Didiklah Anak Laki-laki dengan Cara Laki-laki ]

Saya memang tidak punya anak laki-laki, tetapi suatu saat nanti saya akan memilih tiga anak laki-laki untuk tiga anak perempuan saya.

Maka, saya merasa relevan menuliskan tentang ini.

Beberapa hari lalu, saya bertelepon dengan kolega yang belum bisa memenuhi kesepakatan dengan saya terkait tenggat pekerjaan. Nilai pekerjaannya cukup membuat pening kepala.

Dia mengatakan bahwa sedang pusing dengan permintaan anak laki-lakinya. Anak laki-lakinya minta sebuah mobil untuk pergi-pulang kuliah di sebuah universitas swasta, istrinya pun yang sholihah tersebut (sholihah = rajin ngaji, rajin datang pengajian, jilbab syar’i dll) merengek-rengek hal yang sama: sebuah mobil untuk anak laki-lakinya.

Apakah salah memberikan mobil untuk berangkat pergi-pulang kuliah? Ini subyektif.

Tetapi menurut saya, anak kuliahan tidak perlu pulang-pergi naik mobil. Bayar wc saja masih minta orang-tua, apalagi beli bensin, dan service mobil di bengkel?

Jadi ingat bapak almarhum yang menolak mentah-mentah mengajari saya setir mobil saat saya SMA (padahal ada 2 mobil di garasi rumah). “Kamu masih punya keringet, sana naik bus!” “Nanti saja kalau kamu sudah bisa beli mobil sendiri, baru belajar setir mobil”

Saya geram. Teringat anak perempuan saya yang naik kereta Bekasi-Depok tiga ribu rupiah sekali jalan, dan berpanas-panas naik motor atau angkot dari kost ke kampusnya. Dia bahkan menolak sewa mobil online atau saya antar jika saya menawarkan. “Sayang uangnya, kasihan umi harus antar aku”

Ini, anak laki-laki bikin pening kepala bapaknya karena minta mobil! Dan bapaknya menggunakannya sebagai alasan mangkir pekerjaan, mangkir dari amanatnya dengan saya, sebagai koleganya.

Dalam Al-Qur’an sih jelas:

Ar-rijaalu qowamuna ala nisaa’, suami itu pemimpin para istri.

Rupanya menjadi laki-laki yang baik, laki-laki yang mengerti makna kepemimpinan memang tidak mudah, mungkin masih lebih mudah meraih gelar Ph.D dibidang fisika nuklir, sejarah, pebisnis atau pemimpin politik.

Ternyata menjadi anak laki-laki yang patut, ayah yang terhormat, tetangga yang proporsional atau teman bisnis yang layak bukanlah hal yang mudah. Padahal, justru itu yang paling mendasar.

Mendididik anak laki-laki dengan cara laki-laki.

1. Biasakan anak-anak terutama anak laki-laki menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah

Menjadi bagian dari solusi adalah tugas akhir sebagai manusia. Sumbangsih dalam kehidupan adalah kita menjadi manusia yang berguna minimal bagi diri sendiri (tidak menjadi beban orang-lain) dan paripurna ketika ia menjadi manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.

“Khairukum, anfauhum lin naasi” sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya. Jika tidak bisa menjadi solusi, paling tidak menjauhlah dari menjadi masalah bagi orang lain.

2. Biasakan mengerti kesulitan orang-tua dan memberikan pendapat

Apakah Anda termasuk orang-tua yang superhero? Yang menjadi solusi bagi semua problematika anak-anak Anda? Percayalah, Anda tidak sedang memberi contoh bagaimana menjadi super-hero, Anda sedang menjerumuskan anak Anda, pada kehancuran sehancur-hancurnya.

Anak anda akan tumbuh menjadi pribadi lemah yang senantiasa ingin masalahnya dibantu diselesaikan orang lain, Anak Anda akan tumbuh menjadi pribadi yang suka melempar kesalahannya pada orang lain.

Apakah Anda adalah orang-tua yang tidak pernah menceritakan kesulitan Anda pada anak Anda? Karena menganggap hidup mereka harus lebih mudah daripada hidup Anda? Percayalah Anda sedang menciptakan pribadi pemalas yang tipis empati dan tidak biasa bekerja keras.

Saya pernah menunjukkan saldo atm saya pada anak-anak, ketika pada suatu saat saya benar- benar tidak ada: Rp 36 rupiah. Anak-anak langsung berkata, “Maaf ya Mi, lagi broke ya?”

Saya menjawab “iya” sambil tersenyum-senyum dan mengangguk-angguk. Lalu dalam beberapa bulan itu, mereka mengeluarkan tabungannya dan membeli sendiri keperluannya.

3. Biasakan menghadapi masalah

Cuma masalah yang akan membuat kita menjadi pemecah masalah. Bagaimana kita bisa menjadi pemecah masalah. Jika mengetahui bahwa ada masalah atau tidak saja kita tidak tahu?

Anak laki-laki yang meminta mobil itu tidak bisa mengenali ekspresi ayahnya (dari wajahnya, gesturenya dll) bahwa orang-tuanya sedang tidak punya uang. Akan tumbuh menjadi pribadi seperti apa dia nantinya?

4. Biasakan melindungi yang lemah

Kepimimpinan adalah masalah perlindungan.

Jika tidak bangga melindungi yang lemah, bagaimana bisa menjadi pemimpin yang baik?

Keqawaman bukan hanya masalah finansial (yang kuantitatif: banyak dan berlimpah) tetapi masalah proporsi untuk perlindungan.

Mendidik anak laki-laki adalah mendidik bashirah dan nalurinya untuk melindungi yang lemah. Ayah yang baik, mengerti bagaimana cara menumbuhkannya, yakni terbiasa mendahulukan orang-orang yang lemah. Maka ia akan tumbuh kuat.

5. Biasakan mendahulukan orang lain daripada diri sendiri

Qawam bukan masalah pendapatan berlimpah, tetapi seberapa proporsi dia berikan untuk orang lain daripada dirinya sendiri.

Betapa banyak ayah-ayah di dunia ini, mendahulukan anak-anak dan istrinya daripada dirinya, meski pendapatannya sedikit.

Ayah yang ingin membelikan mobil bagi anak laki-lakinya bukannya mendahulukan orang lain? Bukan, ia sedang memberikan racun pada anaknya, karena barang mewah harusnya diperoleh dengan kerja keras dan kemandirian.

6. Biasakan merasa gagah dengan kesulitan yang dihadapi

Kegagahan laki-laki adalah ketika ia bisa tegar menghadapi kesulitan. Harga dirinya ditentukan sejauh mana ia bisa menghadapi dan mengatasi kesulitannya.

Jika tidak dihadapkan pada kesulitan, manusia tidak akan tumbuh berkembang dengan baik.

Maka manusia-manusia paripurna selalu mengalami kesulitan pada masa kecilnya, Nabi Isa lahir dari Ibu tanpa ayah, Muhammad lahir yatim dan piatu pada usia 6 tahun. Mereka yang melewati fase kehidupan yang sulit, akan menjadi pribadi yang gagah.

7. Biasakan mengenali emosi dirinya dan bagaimana mengelolanya dengan baik

Mengenali emosi umumnya diserahkan pada perempuan, tetapi saya melihat manusia pari-purna seperti Nabi Isa, Nabi Muhammad dan hampir semua para Nabi.

Mengerti hal ini luar-dalam. Mengenali emosi diri sendiri akan memantul menjadi ketrampilan mengenali emosi sesama. Betapa romantisnya Muhammad ketika mengajarkan dzikir pada Fatimah putrinya saat menghadapi kemiskinan Ali suaminya. Laki-laki yang sibuk berperang daripada berbisnis untuk memberi nafkah istrinya.

Bagaimana anak laki-laki yang belum bisa cari nafkah sendiri meminta mobil pada ayahnya?

Mungkin kelak, ia tidak sibuk apa-apa kecuali minta dilayani terus-menerus. Tidak sibuk mencari nafkah, apalagi sibuk berperang.

Ya, Allah jauhkanlah dari hal yang demikian.

Wallahu a'lam

___________________________

[ @ Intan Savitri, Via. Ustadz Cahyadi Takariawan ]

Minggu, 24 September 2017

11 RAHASIA KEBERHASILAN PARA SALAFUNA SHOLEH DALAM MENDIDIK PUTERA PUTERI MEREKA.

Beberapa waktu lalu saya mendapat pesan WA dari bulek saya,

SEBELAS RAHASIA KEBERHASILAN PARA SALAFUNA SHOLEH DALAM MENDIDIK PUTERA PUTERI MEREKA.

ﻋﺎﺩﺍﺕ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﺍﻟﺼﺎﻟﺢ ﻣﻦ ﺳﺎﺩﺗﻨﺎ ﺍﻝ ﺑﺎﻋﻠﻮﻱ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ
١١ ﻋﺎﺩﺓ ﻣﻦ ﻋﺎﺩﺍﺕ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﻓﻲ ﺗﺮﺑﻴﺔ ﺍﻭﻻﺩﻫﻢ

Orang-orang Sholeh dari Keluarga Ba'alawi (semoga Allah meridhoi mereka).
memiliki 11 konsep dalam mendidik Anak-anak mereka:

١. ﺍﻻﻡ ﻓﻲ ﺣﺎﻟﺔ ﺍﻟﺮﺿﺎﻋﺔ ﺗﻘﺮﺍﺀ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻮﻟﻮﺩ ﺍﻳﺔ ﺍﻟﻜﺮﺳﻲ ﻭﺍﻟﻤﻌﻮﺫﺗﻴﻦ ﻭﺗﻜﺮﺭﻫﻤﺎ
Memerintahkan kepada isteri-isteri mereka ketika menyusui lidahnya tidak putus  untuk terus  membaca Ayat Kursi dan Al ikhlas, Al falaq ,An nas.

٢. ﺍﻭﻝ ﻣﺎﻳﻠﻘﻨﻮﻥ ﺍﻟﻄﻔﻞ ﻋﻨﺪ ﺑﺪﺍﻳﺔ ﺍﻟﻨﻄﻖ (ﺭﺿﻴﺖ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﺭﺑﺎ ﻭﺑﺎﻻﺳﻼﻡ ﺩﻳﻨﺎ ﻭﺑﻤﺤﻤﺪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻧﺒﻴﺎ ﻭﺭﺳﻮﻻ)

Pertama kali yg diajarkan ke anak mereka ketika baru bisa bicara. kalimat yg berbunyi:
"Rodhitu billahi Robba Wa bil Islami diina Wa bimuhammadin sholla Allahu ‘alayhi wa sallam Nabiyyan wa Rosuula"
artinya (aku ridho Allah sbg Tuhanku dan Islam agamaku dan Nabi Muhammad Nabi dan Rosulku )

٣. ﺍﻟﺨﺮﻭﺝ ﺑﺎﻷﻭﻻﺩ ﺍﻟﺼﻐﺎﺭ ﺁﺧﺮ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻤﺴﺎﺟﺪ ﺣﺘﻰ ﻳﻜﻮﻥ ﻟﻬﻢ ﻋﺎﺩﺓ

Membiasakan kepada anak-anak mereka sejak kecil untuk bangun malam atau bangun sebem tiba waktu Shubuh..

٤. ﻗﺒﻞ ﺍﻟﻤﻮﺍﺳﻢ ﺍﻟﺪﻳﻨﺔ ﻭﻣﻮﺍﺳﻢ ﺍﻟﻨﻔﺤﺎﺕ ، ﻛﺸﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻳﺠﻤﻌﻮﻥ ﺍﻭﻻﺩﻫﻢ ﻭﻳﺴﻠﻮﻫﻢ ﻣﺎﺫﺍ ﺳﻴﻌﻤﻠﻮﻥ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﻮﺍﺳﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﻭﺍﻟﺒﺮ ﻛﻘﺮﺍﺀﺓ ﺍﻟﻘﺮﺍﻥ ﻭﺍﻟﺬﻛﺮ ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻭﻏﻴﺮﻫﺎ

Sebelum memasuki Bulan-bulan berkah seperti Ramadhon, mereka mengumpulkan anak-anak mereka dan bertanya kpd mereka, apa yg akan kalian kerjakan dibulan yg berkah ini? dari amalan membaca Al Qur'an, dzikir,dan sedekah dll.

٥. ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻌﻠﻤﻮﻥ ﺍﻭﻻﺩﻫﻢ ﺍﻟﻨﻴﺔ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﺔ ﻛﻤﺎ ﻳﻌﻠﻤﻮﻧﻬﻢ ﺍﻟﻔﺎﺗﺤﺔ

Mereka mengajari anak-anak mereka niat-niat yg baik sebagaimana mengajari mereka Surat Al Fatihah.

٦. ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻌﻘﺪﻭﻥ ﻣﺠﻠﺲ ﻋﻠﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﻳﺠﺘﻤﻊ ﻓﻴﻪ ﻛﻞ ﻣﻦ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﻳﻮﻣﻲ ﺍﻭ ﺍﺳﺒﻮﻋﻲ ﻳﻘﺮﺅﻥ ﻣﺎﺗﻴﺴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮﺍﻥ ﺍﻟﻜﺮﻳﻢ ( ﺣﺰﺏ ) ﻭﻛﺘﺐ
ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻭﺍﻟﻔﻘﻪ
ﻭﻳﺨﺘﻤﻮﻧﺔ ﺑﺎﻻﺩﻋﻴﺔ ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ

Mereka mengadakan majelis ilmu di rumah, dan berkumpul semua yang ada dirumah, majlis harian atau mingguan, mereka membaca sedikit dr alqur'an Al kariem(tadarus) dan kitab hadits serta fiqih
dan mereka menutup majelis dengan doa dan solawat kepada Nabi Muhammad SAW.

٧. ﻓﻲ ﺣﺎﻝ ﺑﻠﻮﻍ ﺍﺣﺪ ﺍﺑﻨﺎﺋﻬﻢ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻌﻠﻤﻮﻧﻪ ﺍﻧﻪ ﺑﻠﻎ ﻭﺍﻧﻪ ﺻﺎﺭ ﻣﻜﻠﻒ ﻭﺍﻥ ﺍﻻﻥ ﺻﺎﺭ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻠﻜﺎﻥ ﻳﺴﺠﻼﻥ ﺣﺴﻨﺎﺗﻪ ﻭﺳﻴﺌﺎﺗﻪ ﻭﻳﻜﺘﺒﺎﻥ ﺍﻗﻮﺍﻟﻪ ﻭﺍﻓﻌﺎﻟﻪ ،ﻭﻳﻜﻮﻥ ﺫﺍﻟﻚ ﻓﻲ ﺟﻤﻊ ﻳﺤﻀﺮﻩ ﺍﻟﻤﺸﺎﻳﺦ ﻭﺍﻟﻜﺒﺎﺭ

Ketika masuk baligh anak mereka, mereka memberi tahu anaknya klo sudah Mukallaf dan sekarang dua Malaikat akan mencatat kebaikan dan kejelekan dan menulis ucapan dan perbuatannya, dan hal itu diadakan perayaan yg dihadiri para ulama' dan orang orang sholeh.

٨. ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻻﻳﺆﺧﺮﻭﻥ ﺯﻭﺍﺝ ﺍﺑﻨﺎﺋﻬﻢ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﺒﻠﻮﻍ ﺧﻮﻓﺎ ﺍﻥ ﻳﻘﻌﻮﺍ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺤﻈﻮﺭ

Mereka tidak menunda pernikahan anak-anak mereka setelah baligh kawatir terjerumus kpd kemaksiatan.

٩. ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻌﻠﻤﻮﻥ ﺍﻭﻻﺩﻫﻢ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻭﺍﻟﺘﻀﺮﻉ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺍﻻﺣﻮﺍﻝ،
ﻓﺎﺫﺍ ﺍﺭﺍﺩ ﺍﻟﻮﻟﺪ ﺷﻲ ﻣﻦ ﻭﺍﻟﺪﻩ ﺍﻭ ﻭﺍﻟﺪﺗﻪ ﻳﻘﻮﻟﻮﻥ ﻟﻪ ﻗﻢ ﻭﺗﻮﺿﺎﺀ ﻭﺻﻞ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻭﺍﺳﺌﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﻳﻘﻀﻲ ﺣﺎﺟﺘﻚ ﻭﺑﻌﺪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻳﺎﻋﻄﻮﻩ ﻣﺎﻃﻠﺐ ،ﻭﻳﻘﻮﻟﻮﻥ ﻗﺪ ﺍﺳﺘﺠﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ﺩﻋﺎﻙ

Mereka mengajari anak-anak dgn berdoa memohon kpd Allah dlm setiap keadaan, maka apabila anaknya ingin sesuatu dr orang tuanya, mereka berkata kpd anaknya wudhu'lah dan sholat 2 rokaat dan mintaklah kepada Allah hajat-hajatmu. dan setelah sholat orang tua memberikan yg anak minta seraya berkata Sungguh Allah yang mengabulkan doamu.

١٠. ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﺠﻌﻠﻮﻥ ﻟﻜﻞ ﻭﺍﺣﺪ ﻋﻤﻞ ﻣﺨﺼﺺ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﻴﺖ ،ﻓﻬﺬﺍ ﻋﻠﻴﻪ ﺟﻠﺐ ﺍﻻﻏﺮﺍﺽ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻮﻕ ﻭﻫﺬﺍ ﻋﻠﻴﻪ ﻛﻨﺲ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﻭﻫﺬﺍ ﻋﻠﻴﻪ ﺧﺪﻣﺔ ﺍﻟﻀﻴﻮﻑ ﻭﻫﺬﺍ ﻋﻠﻴﻪ ﺟﻠﺐ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﻭﻫﻜﺬﺍ

Mereka membagi tugas kepada setiap anak, ada yg tugas belanja ke pasar, dan ada yg menyapu rumah dan ada yg tugas melayani tamu dan ngambil air dsb.

١١. ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻬﺘﻤﻮﺍ ﺑﺘﻌﻠﻴﻢ ﺍﻟﺒﻨﺎﺕ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﺬﻛﻮﺭ ﻻﻧﻬﻦ ﺣﺒﻴﺴﺎﺕ ﺍﻟﺒﻴﻮﺕ .

Mereka lebih banyak memperhatikan pembelajaran putri-putri mereka lebih serius dari anak laki-laki karena anak perempuan tidak keluar rumah.

Wallahu a"lam. (Di Share dari Habib Muhdor Segaf).

Jumat, 15 September 2017

KAPAN WAKTU MENGAJARKAN SHOLAT

Ust. Adriano Rusfi :

KENAPA SHALAT BARU DIAJARKAN SAAT ANAK BERUSIA TUJUH TAHUN ?

“Ajarkanlah anakmu shalat saat ia berusia tujuh tahun...”. Begitulah penggalan hadits Rasulullah SAW yang sangat populer. Namun, karena ghirah Islamiyah yang begitu tinggi, saat ini sangat banyak orangtua Muslim yang mengajari anaknya shalat jauh sebelum itu, seakan Rasulullah SAW di hadits lain pernah bersabda : “Tapi lebih cepat lebih baik”.

Mungkin nggak akan dipermasalahkan jika ikhtiar melanggar sunnah ini tak berdampak negatif di masa depan. Tapi lihatlah, betapa banyaknya anak yang belakangan tak menunjukkan komitmennya terhadap penegakkan shalat, padahal ia telah belajar shalat sejak usia 2 tahun. Ya, mungkin mereka kelak masih melaksanakan shalat, sekadar menggugurkan rukun dan syarat, tapi tak MENEGAKKAN shalat. Ya, anak-anak yang kelak shalat seperti shalatnya orang munafik : enggan !!!

Mungkin banyak orangtua lupa, bahwa shalat adalah ibadah yang kompleks. _Di dalamnya ada ilmu, niat, khusyuk, ucapan, gerakan, tu’maninah dan tertib. Ia bukan hanya ucapan dan tindakan (skils), tapi merupakan a set of competence, yang meliputi attitude (niat, khusyuk, tu’maninah), knowledge (ilmu, tertib) dan skill (ucapan, perbuatan)_.

Mungkin para orangtua berpikiran sederhana : “Minimal latihan gerak dan ucapan dulu”. *Padahal, mulailah segalanya dari niat*.

Tentang khusyuk, bisakah anak di bawah 7 tahun khusyuk ? Bukankah anak seusia itu fokusnya masih menyebar, konsentrasinya masih terbatas dan sulit untuk diam (tu’maninah) ? Dan lagi-lagi orangtua beralasan,”Khusyuk belakangan kalau ucapan dan geraknya sudah benar”. Sehingga lahirlah generasi kita-kita yang begitu sulitnya untuk khusyuk. Sungguh, khusyuk itu adalah kemampuan yang baru akan Allah ilhamkan saat hambaNya telah berusia tujuh tahun.

Lalu, yang terjadi adalah anak-anak usia dini yang dimarahi orangtuanya karena shalat tak tenang dan tak tertib. Di masjidpun mereka sering dibentak marbot karena ngobrol dan lari-larian di masjid, bahkan tak jarang dipukul. Duh, bersama shalat yang terlalu dini, ada pengalaman traumatik tentang shalat dan masjid yang terlalu dini juga. Wajar jika seorang tua berusia 61 tahun bilang ke saya : “Saya baru ke masjid lagi setelah 56 tahun, setelah dulu saya dipukul oleh pengurus”.

*Niat dan khusyuk adalah buah dari aqidah*. Untuk itu tanamkanlah nilai-nilai aqidah pada anak sejak dini, lalu ajarkanlah syari'ah sejak usia 7 tahun.

Niat dan khusyuk itu akan tumbah bersama tumbuhnya cinta, fokus dan konsentrasi. Jadi pupuklah pada anak kecintaan pada Allah, Rasul dan Islam lewat cerita, bermain dsb. Selanjutnya adalah pembiasaan.

Dan, hampir semua teori psikologi juga mengingatkan bahwa pengajaran kecakapan kompleks baru dilakukan saat anak berusia 7 tahun.

Pada sistem tarbiyatul aulad dalam Islam, fase tadrib (melatih) adalah 7 sd 12 tahun. Dimulai dari shalat.

Sebelum usia 7 tahun, yang penting anak-anak kita dapat menyaksikan keteladanan orangtuanya dalam shalat : tepat waktunya, tertibnya, khusyuknya, dan wajah yang tampak padanya bekas sujud kepada Allah.

Setiap taklif diniyah (shalat, shaum, qira'ah AlQur'an, menutup aurat dsb.) baru akan menjadi kewajiban setelah aqil-baligh, sedangkan latihannya telah dimulai sejak 7 tahun.

Begitu pula dengan tahfiizhul Qur'an. Alangkah baiknya kita fokus untuk membuat anak-anak mencintai kitabullah. Kalau cintanya sudah menggebu, siapa tahu anak-anak kita bahkan merengek minta dibimbing menghafal AlQur'an. Itulah yang dinamakan learning readiness.

Dalam kitab Tarbiyatul Aulad karangan DR Abdullah Nasih 'Ulwan dinyatakan bahwa mengajarkan puasa dilakukan sesudah atau bersamaan dengan mengajarkan shalat. Tekankan pada nilai-nilai puasa yang meliputi imsak dan amal

Rasulullah SAW dalam hidupnya telah menjalani delapan kali Ramadhan. Dan HANYA SEKALI yang puasanya full. Karena begitu padatnya amal, safar dan jihad Rasulullah SAW di bulan Ramadhan yang membenarkan beliau untuk mengambil rukhshah.

Jadi, puasa poll perlu diapresiasi. Namun amalan poll lebih perlu lagi diapresiasi.

Mungkin banyak juga orangtua yang lupa bahwa hukum asal dari shalat, sebagaimana seluruh ibadah mahdhah lainnya, adalah haram. Ia berubah menjadi wajib karena telah diperintahkan Allah. Oleh karenanya, shalat harus dilakukan dengan ilmu, kesadaran dan keta’atan akan hukum Allah. Ia adalah amal yang harus dilakukan dengan ilmu, bukan semata-mata lewat tiru. Apakah anak usia sebelum tujuh tahun telah siap untuk itu semua ? Sungguh benarlah Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW tak pernah bersabda "Ajari anakmu shalat sedini mungkin". Jadi, bagaimana kalau kita ta'ati Rasulullah SAW saja ?

Sumber : Grup FB Millenial Learning Centre via Jabar_HE BPA 1

Menjadi Guru Bagi Buah Hati

*MENJADI GURU BAGI BUAH HATI*
_By : Ustadz Budi Azhari, Lc_

Jum’at dini hari. Seperti biasa, sebelum masyarakat datang berkunjung, Umar bin Abdul Aziz mengumpulkan semua anak-anaknya. Dari keempat istrinya, Umar memiliki tujuh belas anak.

Setelah semua berkumpul, maka saatnya Umar memulai tadarrus al-Qur’an. Dimulai dari anak yang paling tua, kemudian dilanjutkan adik-adiknya. Begitulah. Semua membaca al-Qur’an bergantian. Satu persatu. Sedangkan Umar menyimak bacaan al-Qur’an anak-anaknya dengan sungguh-sungguh dan penuh ta’dhim.

*Inilah ayah yang sekaligus guru bagi anak-anaknya. Guru al-Qur’an. Meskipun Umar telah memilihkan guru-guru hebat bagi buah hatinya, namun dirinya sendiri merasa perlu terjun langsung dalam mewarnai keilmuan mereka.* Sekalipun agenda reformasi dan kiprahnya dalam pemerintahan sangat banyak, tapi selalu ada waktu yang sangat berkualitas dengan keluarganya. *Kebersamaan dalam naungan al-Qur’an.*

Menciptakan iklim al-Qur’an dalam lingkungan keluarga, itu nilai penting pada tulisan seri ini. Ketika ternyata sekedar ‘menitipkan’ anak di lembaga-lembaga pendidikan tertentu tidaklah cukup untuk membangkitkan daya dan memupuk kecenderungan anak kepada al-Qur’annya, ketika iklim di rumah tidak Qur’ani. 

*Nuansa al-Qur’an harus tercipta dalam lingkungan keluarga terlebih dahulu,* dan Umar telah melakukan itu. Sehingga menjadi sangat perlu kiranya setiap keluarga muslim mulai merutinkan halaqah al-Qur’an. Disitu berkumpul antara orang tua dan anak-anak. Bergantian membaca al-Qur’an. Mengkaji pelajaran dari setiap ayat-ayatnya. Dan yang menjadi guru adalah ayah.

Menarik pasti. Sangat istimewa. ````Lebih berkesan dari halaqah al-Qur’an yang diikuti oleh para anak di sekolah mereka. Karena disitu ayahnya adalah gurunya. Ini adalah satu program besar peradaban yang perlu diinstal di setiap rumah. Harus segera dimulai walaupun di awal terasa canggung dan bingung.```

Abdullah bin Umar berpesan, _“Kamu harus bersama al-Qur’an, pelajari al-Qur’an itu dan ajari anak-anakmu. Karena sesungguhnya kamu kelak akan ditanya tentang al-Qur’anmu dan dengannya kamu akan mendapat pahala, dan cukuplah al-Qur’an sebagai pemberi nasehat bagi orang yang berakal.”_

*Menjadi guru bagi para buah hati. Beginilah ayah hebat mencetak generasi unggulan*
 

#fatherhoodforum
#home education
#parenting nabawiyah

Kurikulum Allah

🎉🎉 *Oleh-oleh Kopdar bersama ustad Adriano Rusfi* 🎉🎉

Kemarin ustadz Aad di kopdar mini fasil Jadetabek Bandung Semarang, kami dapat insight penting....

Konsep HE melalui Penguatan pendidikan karakter. Saat ini permasalahan pendidikan kita adalah racun paradigma persekolahan yang masih belum hilang. Maka menjadi penting untuk menggantinya dengan *_KURIKULUM ALLAH_*

1⃣ Intinya, orangtua hendaknya mampu memaknai hikmah kehidupan untuk anak anaknya dengan membekali kecakapan kecakapan hidup.

2⃣ Membangun *_Peradaban Belajar_*.
Amerika hebat dan besar bukan karna kampus kampus seperti
Harvard, tapi kuncinya ada di peradaban belajar masyarakat. Amerika telah memiliki peradaban belajar (Berfikir & Bertindak) yang baik. Di indonesia belum terlihat peradaban belajarnya, satu-satunya contoh terbaik peradaban belajar di Indonesia adalah *GONTOR*

3⃣ Tentang CBE *( _Community Base Education_ )*.
Membangun CBE dgn Community Learning Center berbasis tetangga, transformasi dari masjid ke masjid dan menjadikannya sebagai pusat aktivitas/peradaban. Mulailah bergandengan tangan mengajak tetangga terdekat berCBE. Mulai dari lokal/wilayah yg kecil, namun mengakar.

*Tugas terberat kita* adalah membuang kerangka berfikir pendidikan formal yang apa-apa harus stuktural, formal, sesuai pakem kurikulum yang jelas. Padahal anak-anak kita tidak butuh itu. Anak anak justru perlu dibenturkan dengan realita, tantangan, kesulitan, ujian. Inilah yang disebut Kurikulum Allah.

#Cipinang30042017
============================
By: Bunda Noni dkk